Ketika tak ada listrik

March 9th, 2008

Tarian api di atas lilin menjadi hiburan di kala malam
Menemani kicauan ibu-ibu yang sedang melanjutkan rumpiannya
Suara canda anak-anak kecil yang berlarian di jalan menambah riang suasana
Suara obrolan bapak-bapak mengenai pekerjaannya menjadi melodi yang meriah
Suara para pedagang menambah simfoni alam yang kian merdu
Sepenggal episode malam terekam oleh ku

Terbayang oleh ku sebuah adegan nan indah
Gerak lintasan obor yang memanjang di kala sore
Diiringi celotehan anak-anak yang hendak ke surau
Ditemani kicauan burung-burung yang pulang ke sarangnya
Suara jangkrik dan katak memenuhi komposer alam kala itu
Gemericik air sungai ditimpali dendang dedaunan menambah melodi menjadi indah
Kesunyian malam menjadi jeda yang menjadikan alunan musik itu kian dramatis

Lamunanku terbuyarkan seiring dengan gemerlap lampu
Rumpian pun terhenti seketika
Obrolan pun menjadi bisu
Teriakan-teriakan menjadi senyap
Tarian api pun terdiam seketika
Hanya para para pedagang yang tetap setia menjajakan dagangannya
Adegan pun berganti menjadi aktivitas individualis
Kini suara-suara keluar dari kotak televisi
Yang ditingkahi oleh speaker tape
Pertanda listrik telah mengalir di rumahku

Sphere: Related Content


Indahnya Tengah Malam

March 9th, 2008

Nak, lihatlah!
kini sang dewi sedang memperlihatkan wajahnya
ditemani cerianya gemintang yang berkelap-kelip
menambah kemegahan langit yang luas
memperindah ketenangan yang menenteramkan
lihatlah dengan hati mu, mereka sedang tersenyum kepada mu

Nak, rasakanlah!
semilir angin yang kini menjadi sejuk
menggantikan suasana siang yang penuh kepenatan
anugerah dari Sang Maha Pengasih
yang tahu batas-batas makhlukNya

Resapilah keindahannya!
di sana, kelap-kelip lampu gedung-gedung tinggi berpadu dengan tarian lampu lalu lintas
nyanyian hewan malam dan gemerisik dedaunan menambah komposisi irama alam
terasakah olehmu keasriannya?

Nak, berbahagialah
Hanya sedikit orang yang bisa merasakannya
Umumnya mereka terlalu lelah untuk menikmati kemegahan ini
Kebanyakan dari mereka terlalu sibuk untuk memperhatikan keasrian ini
Keakuan mereka telah mempersempit ruang lihatnya

Seandainya mereka tahu,
sungguh mereka tidak akan melewatkan keindahan di tengah malam ini
karena sebenarnya ada misteri yang dapat mereka pecahkan
sebuah kekuatan yang dapat menjadikan siang mereka lebih berarti

Sphere: Related Content


Kontroversi ayat-ayat cinta (buku dan film)

February 28th, 2008

sebuah hasil pemikiran akan selalu memiliki pihak-pihak yang pro dan kontra (netral juga). Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan dalam pola pikir, sudut pandang, alat analisa, wawasan, ilmu, dan perbedaan pada beragam hal lainnya. Tidak terkecuali hasil pemikiran yang berbentuk karya seni. Lihat saja kasus ayat-ayat cinta.

Pada kawasan Indonesia, buku novel ayat-ayat cinta sebagai hasil pemikiran penulisnya telah menuai kritik dari para pihak yang kontra sekaligus mendapatkan beragam pujian dari pihak yang pro. Kritik utama dan paling sering diungkap ke hadapan umum adalah keluarbiasaan Fahri sebagai tokoh utamanya. Menurut para pengritik, sosok fahri terlalu sempurna untuk ukuran seorang manusia. Oleh penulisnya, fahri digambarkan sebagai manusia yang taat beragama, cerdas, ulet, sensitif terhadap masalah sosial, pemberani, tegas, baik hati, setia, dan paham ilmu agama. Fahri menjadi seorang mahasiswa yang selalu mendapatkan gelar “luar biasa” selama dia kuliah. Penggambaran tersebut, dianggap oleh para pengritik sebagai sebuah ketidakmungkinan, atau bisa disebut sebagai khayalan tingkat tinggi, sehingga ada salah seorang saudara saya yang membuat tugas tentang ini dengan memberi judul “matinya sang pengarang”.

Bagi masyarakat Indonesia, terutama para pengritik, mungkin sosok seperti fahri masih berupa angan-angan saja, karena mereka belum pernah melihat manusia yang memiliki gambaran seperti Fahri. Bagaimana dengan pendapat penulisnya?

“…bagiku, tokoh Fahri itu justru masih kurang sempurna. Harus aku sempurnakan lagi. Dia harus lebih berjiwa malaikat ketimbang yang sudah ada. Kupikir, orang-orang kita bangsa Indonesia ini menilai fahri terlalu sempurna, karena selama ini mereka tidak pernah disuguhi bacaan dan tontonan dengan kualitas perilaku seperti fahri …”
(http://guahira.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=16&Itemid=47)

itulah pendapat sang penulis terhadap tokoh gambarannya.

Sama halnya pada format buku, film ayat-ayat cinta pun mendapatkan pihak-pihak yang pro dan kontra. Meskipun film resminya belum ditayangkan di bioskop mana pun selain dalam rangka premiernya, tapi kritik dan pujian sudah mulai bermunculan, ada tiga kemungkinan. Pertama, komentator mengomentari dari hanya sebatas yang dia lihat di premier film, yang sebenarnya belum sepenuhnya rampung. Kedua, komentator mengomentari berdasarkan film bajakannya, yang sebenarnya berasal dari premiernya. Ketiga, komentator mengomentari berdasarkan cerita dari orang yang pernah melihat premiernya atau dari film bajakannya.

Kritik-kritik yang muncul lebih kepada ketidaksesuaian film dengan novel. Kritik juga tertuju pada kurang syar’i nya film ayat-ayat cinta. Film yang berasal dari novel ini dikritik sebagai film yang lebih mirip sinetron-sinetron religi yang sering ditayangkan di televisi. Hal yang menarik dalam fenomena film ayat-ayat cinta bukanlah apa yang dikritik oleh para pengritik, tetapi lebih kepada siapa para pengritik.

Pihak pemberi pujian memiliki keanekaragaman jika dibandingkan dengan pihak pemberi kritik. Para pengritik didominasi oleh para manusia yang oleh sebagian masyarakat disebut sebagai aktivis dakwah Islam. Mereka adalah orang-orang yang umumnya beraktivitas dan berjuang serta bertujuan untuk menegakkan syari’at Islam di kalangan masyarakat. Umumnya mereka pun termasuk orang-orang yang pernah membaca novel ayat-ayat cinta. Terlepas dari apakah mereka termasuk para pengritik novel atau pemuji novel, yang jelas mereka menganggap bahwa film ayat-ayat cinta berbeda dengan novel ayat-ayat cinta. Menurut mereka film ayat-ayat cinta tidak layak untuk ditonton karena nilai dakwahnya tidak sebanding dengan novel ayat-ayat cinta, bahkan ada beberapa bagian yang justru dianggap meruntuhkan image aktivis dakwah.

“Ayat-ayat Cinta di proyeksikan untuk Idul Adha, Natal dan Tahun Baru. Bisa kebayang bukan, siapa yang akan menonton film ini.”(http://hanungbramantyo.multiply.com/journal/item/3).

Itulah pandangan pembuat filmnya tentang film ayat-ayat cinta.

Berikut ada kutipan yang isinya adalah “sesuatu” dari salah seorang tokoh penulis yang juga merupakan seorang aktivis dakwah

“Seperti kata seorang teman, “Bisa jadi film itu memang cukup memadai buat sebagian penonton, tahu sendiri selera sebagian besar penonton Indonesia… bisa diukur dari sinetron-sinetron di tivi. Film AAC memang dibuat bukan untuk penonton macam ‘kita’”.
(http://forum.dudung.net/index.php?topic=2812.285)

sebagai penutup, ada baiknya sebelum kita mengomentari sesuatu, komentarilah terlebih dahulu diri sendiri, sudahkah kita melihat beragam sisi yang sebelumnya belum pernah dilihat? Sudahkah kita melihat apa yang dilihat oleh yang akan kita komentari? Sudahkah kita melihat apa yang subjek komentar kita ingin perlihatkan kepada orang lain? Jika anda menanyakan kembali pertanyaan itu kepada saya, maka jawaban saya adalah “sudah, meskipun tak sempurna”.

Sphere: Related Content


Ngapain kuliah

February 24th, 2008

Gimana rasanya setelah menjalani “liburan” smester ini? Bosen ga selama masa liburan? Kangen ga sama bangku kuliah? Kalo nggak, patut dicurgai tuh… Jangan-jangan termasuk orang yang ga punya motivasi kuliah neh… atau lebih parah lagi, karena emang ga punya niat buat kuliah sejak awal ya… atau karena ngerasa liburnya kurang ya… ayo… ngaku deh….

Tenang, jangan kabur dulu… tulisan ini ga bertujuan buat nge-underestimate kamu kok… cuman mau nyepet aja. Coba deh perhatiin disebelah kamu, ada orang ga? Kalo ga ada coba cari dulu. Kalo dah ada tanya, “gimana rasanya masuk kuliah setelah libur?”, mungkin bagi sebagian orang ada yang menjawab dengan satu kata “Males”. Walaupun mungkin ada juga yang berkata “seneng atuh” walaupun jumlahnya ga banyak, dan kebanyakan karena ada motivasi lain, misalnya biar bisa ngedate lagi sama dosen.

Terlepas dari seneng atau malasnya kamu untuk menjalani lagi kuliah setelah liburan, ada beberapa hal penting yang terkadang terlupakan. Bukan bermaksud menasehati apa lagi menggurui, tapi cuman mau ngasih petuah aja. Mau tau hal apa saja yang sering terlupakan itu? Dengerin… eh, baca lanjutan tulisan ini baik-baik.

Ngapain sih kuliah?
Ayo jawab, mumpung pertanyaanya belum keluar di UAS. Pasti banyak jawaban yang kamu punya. “menambah ilmu”, “memperluas wawasan”, “biar bisa kerja”, “memenuhi perintah ortu, biar mereka seneng”, “memperpanjang riwayat pendidikan formal”, “biar ada kerjaan dari pada bengong di kamar”, “iseng”, “menambah teman sekaligus gebetan”. Kalo jawaban kamu ada diantara tulisan di atas, kamu kudu baca lanjutan ceritanya. Nah, beruntunglah orang-orang yang jawabannya ga ada di atas, karena diharuskan untuk membaca lanjutan tulisannya agar ga bingung.

Kuliah ngapain aja?
Kegiatan sampingan seorang mahasiswa harus dikesampingkan a.k.a ditinggalkan terlebih dahulu selama masa kuliah, karena dapat menimbulkan efek samping yang dapat mengenyampingkan tujuan utama kuliah. Apa saja yang termasuk kegiatan sampingan? Bukan hanya Tuhan saja yang tahu tentang hal itu. Kamu juga harus tahu, agar bisa tersesat ke jalan yang benar dan tidak kembali ke jalan yang salah. Kuliah merupakan salah satu tempat yang disediakan untuk memakan bangku pendidikan selama memegang gelar mahasiswa, walaupun sebenarnya pendidikan tidak pernah jadian dengan sesuatu yang disebut tempat, waktu dan status.

Kembali ke si topik. Salah satu cara untuk mengetahui apa yang menjadi sampingan mahasiswa adalah dengan mengetahui kegiatan utama, dan satu-satunya kegiatan utamanya adalah makan bangku kuliah. Jadi selain kegiatan makan bangku kuliah harap dilupakan dulu, kecuali kalo proses makannya dah terkontrol dan terkendali.

Makan bangku disini bukan berarti hanya dateng, duduk, dan diam di tempat perkuliahan, tapi juga turut berperan aktif, kreatif, inovatif, dalam menyelesaikan tugas dan memecahkan permasalahan bangsa. Benarkah? Ya iyalah masa ya iya sih. Makan bangku juga bukan berarti hanya mendengarkan suara merdu bapak dan ibu dosen. Dan yang pasti, makan bangku bukan berarti menyaingi rayap dalam menghabiskan kayu-kayu atau bahakan besi yang ada.

Seperti yang udah ditulis di atas, pendidikan tidak pernah jadian dengan sesuatu yang disebut tempat, waktu dan status. Dia masih jomblo. Dan karena kejombloannya itulah maka dia bisa bebas bermain dimana pun, kapan pun dan dengan siapa pun. Tampaknya, pendidikan hanya akan menjadikan ketiganya sebatas teman akrab. Jadi belajarlah dengan tidak hanya makan bangku kuliah, cobalah makan makanan yang lain. Ada meja UKM, pintu Ormas dan lain sebagainya.

Masih bingung dengan tulisan ini? Bersyukurlah karena berarti otak kamu masih berfungsi dengan baik. Lanjutin deh bacanya.

Tulisan ini sudah selesai. Jika kamu merasa bingung, pusing, aneh… itu wajar, karena sekali lagi, otak kamu masih berfungsi dengan baik. Begitu banyak hal-hal lain yang lebih bermanfaat dari pada hanya sekadar membaca ulang tulisan ini, atau mencari lanjutan tulisan ini, karena sekali lagi, tulisan ini sudah selesai.

NB : Jika masih penasaran silakan saja baca ulang tulisan ini. Mungkin ada huruf yang terlewat.
Masih NB : Hanya ada satu kalimat kesimpulan bagi anda yang benar-benar penasaran sampai mau membaca hingga titik terakhir, yaitu “Kuliah tetap perlu, karena kuliah tidak hanya berada di ruang kelas”.

Sphere: Related Content


sekadar pengguguran kewajiban

February 17th, 2008

Akhirnya selesai juga menulis sesuatu-yang-mirip-sebuah-biografi. meski telat dari deadline. Meski tidak sesuai dengan time schedule yang sengaja dibuat sendiri. meski isinya benar-benar masih jauh dari “hasil terbaik yang bisa diberikan”, meski hanya menjadi sebuah pengguguran kewajiban, tapi, akhirnya tugas itu memang telah ditunaikan, apapun hasilnya, apapun tanggapan orang lain, apapun yang akan terjadi nanti.

tugas ini muncul kurang lebih satu bulan yang lalu. saat itu kang agus menawari salah seorang “musuh” saya sesama operator warnet, yaitu donny untuk membantunya membuat sebuah buku yang berisi tentang profil blogger. entah bagaimana ceritanya, yang jelas saya dijerumuskan oleh donny ke dalam proyek itu. sayangnya usul itu diterima oleh kang agus.

berhubung saat itu sedang tidak ada kegiatan selain, ngurus aktivasi kuliah (smester kemaren cuti), ngurus registrasi ulang, ngebantu persiapan PJDnya UKPM Birama, jaga warnet, memoderasi forum diskusi di internet, belajar bahasa arab online, bengong, tidur, makan, maen game dan aktivitas-aktivitas yang-menurut-saya-sangat-penting lainnya, saya pun menerima tawaran tersebut.

saya pun memulai dengan menghubungi para target tokoh via email untuk meminta biodata dan data-data pribadi lainnya, agar mempercepat proses penulisan. sayangnya di tengah kekosongan waktu saya yang sangat banyak tersebut banyak sekali rencana-rencana pencapaian target yang harus terundur. begitu banyak alasannya, sehingga tampaknya tidak layak untuk ditulis di sini satu pun.

sekali lagi, akhirnya selesai juga proses penulisannya, akhirnya selesai juga tugas yang diberikan kepada saya, akhirnya kembali lagi waktu saya yang memang sejak dahulu tidak pernah kemana-mana. akhirnya…..

—–
silakan baca kondisi donny selama membuat tulisan, di http://mind.donnyreza.net/07022008/kejar-setoran

Sphere: Related Content


komunitas bloger tangerang

January 20th, 2008

bertepatan dengan tanggal lahir saya yang berdasarkan
penanggalan masehi, komunitas blogger tangerang resmi
terbentuk, cukup banyak postingan-postingan bloger
tangerang yang menceritakan acara tersebut, tapi
karena saya sangat malas melakukan peliputan atau
penceritaan ulang sebuah peristiwa, saya hanya akan
memberikan link-link yang berkaitan dengan hal
tersebut
  1. Ade (jendral bayut)
    http://die4pleasure.wordpress.com/2008/01/21/bukan-kopdar-biasa/
  2. Anggara
    http://anggara.org/2008/01/21/liputan-kopdar-blogger-tangerang-di-wtc-serpong/
  3. Away
    http://away.blogsome.com/2008/01/21/wtc-serpong-dan-kopdar-pertamaku/
  4. Edy S. (Caplang)
    http://www.caplang.net/2008/01/21/laporan-kopdar-blogger-tangerang/
  5. Hanna Francisca
    http://atapsenja.wordpress.com/2008/01/20/untuk-sahabat/
  6. Harry (iorme)
    http://iorme.net/wp/2008/01/20/blogger-benteng-bersatu/
  7. indrio
    http://indrio.wordpress.com/2008/01/21/pengalaman-1-kopdar-an-dengan-blogger-tangerang/
  8. Moh Arif Widarto (kombor)
    http://kombor.com/2008/01/20/kopdar-bloger-tangerang/
  9. payjo
    http://payjo.wordpress.com/2008/01/22/benar-ini-laporan-kopdar/
  10. triyani
    http://triyani.wordpress.com/2008/01/23/tangerang/

selain para bloger tangerang, acara tersebut pun
kedatangan tamu dari luar tangerang, yaitu
11. Kang Moerz (bekasi)
http://myresource.wordpress.com/2008/01/21/kopdaresource-telat-lagi
12. kang herry (bandung)
http://www.rumahkayubekas.com/?p=269

adapun blog komunitasnya ada di
http://bloger-benteng-cisadane.blogspot.com/

dan untuk milisnya ada di
http://groups.yahoo.com/group/blogger-tangerang

Sphere: Related Content


cara download lagu di MP

January 13th, 2008

beberapa waktu yang lalu, ada teman yang bilang ke saya kalo sekarang ga bisa download musik lagi di MP. setelah dilihat ternyata link downloadnya sudah ga ada. dan itu menunjukkan seakan-akan kita ga bisa lagi download lagu via MP.

tapi…. ternyata sebenarnya kita masih bisa ngedownload lagu di MP, mau tau caranya? terus baca tulisan ini. (kalo dah tau ga usah baca, buang waktu)

sekarang untuk download lagu di MP membutuhkan cara yang sangat sederhana. sebelum memulai langkah-langkahnya, jangan lupa untuk login di akun multiply anda :)

pertama
buka link musik di akun MP yang memiliki lagu yang akan di download, misalnya : http://dajal007.multiply.com/music untuk mendownload lagu dari multiply dajal007

kedua
download playlist lagu yang memasang lagu pilihan anda, caranya klik tulisan “Play this playlist” lalu simpan di tempat yang anda suka

ketiga
eksekusi, mainkan or jalankan file tersebut dengan program pemutar musik kesukaan anda, pilihan saya adalah winamp

keempat
tampilkan playlist dari program pemutar musik anda, kemudian cari properti dari file yang ada di playlist. untuk winamp, silakan klik kanan file lagu yang akan anda download lalu pilih “playlist entry” ( untuk program lain silakan cari sendiri :D )

kelima
copi link yang dimunculkan, lalu paste di address bar browser anda

keenam
simpan di tempat yang sejuk :D

musik siap dinikmati

Sphere: Related Content


Aku Soku Zan

January 6th, 2008

Bagi penggemar manga, terutama Rurouni Kenshin, pasti mengerti apa arti kalimat yang menjadi judul tulisan ini. Aku soku zan atau bisa diterjemahkan sebagai membunuh kejahatan secara instan merupakan motto hidup Saitou Hajime(yang kemudian mengubah namanya menjadi Fujita). Kita tidak akan membahas tentang siapa itu Saitou, apalagi tentang cerita Rurouni Kenshin. Hal yang akan dikupas adalah kalimat yang menjadi judul tulisan ini, aku soku zan.

Apa yang akan anda lakukan ketika anda mengetahui bahwa sahabat anda atau pihak keluarga anda yang dikenal dengan baik, terbukti melakukan pelanggaran hukum? Sebagian orang mungkin akan membela secara buta dan berusaha menjaga keamanan sahabat atau keluarga mereka itu. Bahkan ada yang rela “membeli” hukum agar tidak ada hukuman yang mengenai orang tersebut.

Perbuatan tersebut bisa saja dianggap sebagai perbuatan yang benar dan baik secara naluriah,
karena pada dasarnya tidak ada manusia yang rela jika orang yang dicintainya tersakiti, namun
manusia hidup tidak hanya berdasarkan naluri, sebab ada aturan-aturan yang harus ditaati oleh manusia. Inilah salah satu perbedaan manusia dengan makhluk lainnya.

Dalam salah satu manga yang lain, yaitu Detective Conan, saat Shinichi Kudo diberikan pertanyaan yang telah ditulis di atas, dia menjawab “Aku tetap akan menyerahkannya kepada yang berwajib”, tapi dia pun menambahkan “Namun, aku akan berusaha mencari bukti yang menunjukkan bahwa dia tidak bersalah”. Sejalan dengan prinsip aku soku zan dan jawaban Shinichi, objektivitas dan ketegasan terhadap penegakan hukum mutlak diperlukan.

Saitou dengan prinsip aku soku zan-nya menjadi alat yang efektif untuk menghukum para pelaku kejahatan menurut pemerintah (Saitou selalu bekerja di bawah naungan pemerintah). Dia tidak menggunakan perasaannya dalam melakukan tugas, dan itulah sebabnya pada akhirnya dia tetap mampu bekerja sama dengan Kenshin Himura dalam membantu pemerintah, (pada masa pemerintahan sebelumnya Kenshin dan Saitou merupakan musuh abadi). Satu-satunya hal yang dipegang Saitou dalam menajalankan tugas adalah keyakinannya bahwa tidak ada toleransi bagi kejahatan dan pelaku kejahatan.

Jika diperhatikan, maka akan terlihat kesamaan prinsip kedua karakter di atas dengan salah satu Khalifah diantara Khulafaurrasyidin, yaitu Umar bin Khattab. Mungkin ada yang pernah mendengar kisah saat sang khalifah rela menghukum anaknya yang terbukti meminum minuman yang memabukkan. Meskipun hukuman tersebut merenggut nyawa anaknya.

Antara Saitou, Shinichi dan Umar bin Khattab memiliki satu kesamaan, mereka tidak menerima toleransi apapun dari kesalahan. lalu bagaimana dengan kita?

Sphere: Related Content


tes

January 3rd, 2008

pesan ini saya kirim tanggal 1 januari 2008 jam 2 siang. kalo dimuat tanggal 3 pukul 08.00 berarti rencana saya berhasil

sent later with www.l8r.nu


REDD, Benarkah Kapitalisasi Sumber Daya Hutan?

December 30th, 2007

Pada tanggal 3-14 Desember 2007 di nusa dua, bali diadakan acara United Nation Climate Change Conference (UNCCC). Salah satu pembahasannya adalah tentang kesepakatan pelaksanaan program REDD yang bertujuan untuk mengatasi masalah global warming.

Program Reducing Emission from Deforestation in Developing Country atau REDD merupakan metode penghitungan kompensasi pengurangan emisi yang dapat diimplementasikan pada konservasi hutan. REDD telah mulai dibahas sejak 2005 dalam pertemuan para pihak (Conference on Parties/CoP) ke-11 di Montreal, Kanada dan agenda ini sudah diamanatkan konferensi sebelumnya di Nairobi, Kenya, November 2006.

Menurut Ari Muhammad dari World Wildlife Fund (WWF) pada kegiatan Media Workshop on Climate Change yang diselenggarakan United Nation Information Center (UNIC), REDD lebih memungkinkan bagi Indonesia untuk memperoleh insentif dari negara-negara maju yang menghasilkan karbon dioksida dan diserap oleh hutan-hutan yang ada di negara berkembang. Salah satu alasan Indonesia dalam memperjuangkan program REDD adalah kegagalan pelaksanaan mekanisme pembangunan bersih (clean development mechanism/CDM) sesuai Protokol Kyoto. Kegagalan pelaksanaan CDM diakibatkan oleh kesulitan dalam memenuhi prasyarat-prasyaratnya. Di sektor kehutanan, insentif CDM akan diberikan pada lokasi yang akan dihutankan setelah mengalami kerusakan lebih dari 50 tahun, atau hutan yang sudah rusak sebelum tahun 1990.

REDD semula terkait dengan proposal Papua Niugini-Kosta Rika dan Brasil. Proposal Papua Niugini-Kosta Rika menghendaki supaya ada insentif bagi negara yang melakukan konservasi hutan, sedangkan Brasil menghendaki supaya setiap negara yang mampu menahan laju deforestasi perlu mendapatkan kompensasi.

Upaya untuk menghentikan laju kerusakan hutan tengah didebatkan dalam UNCC di bawah skema Reducing Emissions from Deforestation and Degradation. REDD menawarkan insentif kepada pelaku bisnis di negara-negara yang termasuk dalam Annex 1 untuk membiayai pengurangan laju deforestasi di hutan tropis untuk menyerap karbon. REDD berasumsi bahwa emisi dari proses deforestasi dan emisi CO2 di masa mendatang dapat diukur dan diserap, disebut pasar karbon, dan pembeli dapat mengganti komitmentnya untuk menurunkan emisi CO2nya melalui skema ini, sebagai cara yang paling jitu.

Bagaimanapun, ada begitu banyak pertanyaan tentang REDD dan apakah hal tersebut merupakan pilihan yang adil untuk menyelamatkan lingkungan, dan apakah jual beli karbon adalah cara terbaik untuk menurunkan deforestasi. Di sini terlihat bahwa investasi terhadap hutan karbon akan digunakan oleh perusahaan-perusahaan dan pemerintahan negara-negara yang tergabung dalam Annex 1 untuk menghilangkan komitment penurunan emisi mereka.

Salah satu pihak yang memberi perhatian terhadap penerapan REDD adalah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Perhatian utama WALHI/FoE Indonesia terhadap REDD, yang diusulkan oleh Pemerintah Indonesia (REDD-I) adalah Pertama, REDD-I mengusulkan bahwa negara pemilik hutan tropis mendapatkan pendanaan dengan melindungi hutan. Kedua, dalam konteks Indonesia, REDD-I adalah peluang untuk mensubsidi sektor swasta dan perusahaan yang telah dan akan bertanggung jawab terhadap perusakan hutan lebih lanjut. Ketiga, REDD akan menjadi alat konsolidasi bagi perusahaan-perusahaan perkebunan dan kehutanan, yang telah menguasai puluhan juta hektar hutan dan lahan di Indonesia. Keempat, REDD-I menggampangkan fungsi ekosistem hutan hanya sebagai penyimpan karbon.

Persiapan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan REDD adalah dengan melakukan studi yang menunjukkan kemampuan serap hutan terhadap karbon penyebab emisi gas rumah kaca. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Rachmat Witoelar saat jumpa pers pertama sebagai presiden Conference of Party (COP) ke-13, hasil studi yang dilakukan di Bogor, Kalimantan, Kediri, dan Riau itu menunjukkan bahwa Per hektare hutan mampu menyerap 50 ton metrik karbon. Kabalitbang Dephut Wahjudi Wardoyo menjelaskan bahwa REDD akan diterapkan untuk 5 jenis hutan, yaitu hutan konservasi, hutan alam produksi, hutan tanaman industri (HTI), lahan gambut dan hutan konversi kelapa sawit. Namun, hutan produksi, HTI dan kelapa sawit tetap bisa dimanfaatkan.

Ada beberapa pihak yang kontra dengan penerapan program REDD, salah satunya adalah Anand Krishna, tokoh spiritualis yang juga salah satu delegasi Indonesia untuk UNCCC Bali. Sejalan dengan pemikiran Anand Krishna, ada yang patut dikritisi dalam program ini. Hal yang paling patut digarisbawahi adalah, kesan kapitalisasi sumber daya hutan yang dimiliki negara seperti Indonesia. Program REDD ini memberikan kesan bahwa hutan yang ada boleh dibeli dengan uang, jadi selama mampu memberikan kompensasi (saat ini harga karbon adalah 10 dollar AS per ton) sebuah negara boleh “menyampah” di dunia ini. Selain itu, REDD hanya urusan dagang yang hanya menguntungkan segelintir orang seperti pedagang karbon, konsultan, perusahaan, hingga broker, dan bukan rakyat dan masyarakat adat.

Semoga pernyataan Ketua Delegasi Indonesia Emil Salim dalam acara UNCCC dapat menjadi kenyataan. Dia menyebut adanya kesalahpahaman bahwa REDD adalah perdagangan karbon dan merugikan saja. Padahal prinsipnya adalah karena negara maju sudah menjadi pelaku polusi selama seratusan tahun, maka mereka wajib bertanggung jawab atas emisinya. Menurut Emil, mereka harus membayar kompensasi kepada negara-negara berkembang yang sekarang paling rentan menjadi korban perubahan iklim karena kemiskinannya sekaligus harus mengurus hutannya sebagai penyelamat bumi. Membeli karbon negara-negara berkembang tidak berarti negara-negara maju bebas untuk mempolusi bumi dan bebas dari kewajiban mengurangi emisi.

Kita pun perlu memperhatikan pemikiran dari WALHI yang menyatakan bahwa menjual hutan untuk karbon tidak akan membantu sama sekali terhadap perubahan yang dibutuhkan tersebut, dan bahkan akan semakin memperkuat pemain-pemain di sektor kehutanan dan perkebunan untuk lebih jauh mendukung praktik perusakan hutan di Indonesia, menambah masalah yang ada. Pemerintah pun perlu menetapkan aturan untuk melakukan jeda tebang dan konversi sebagai langkah awal untuk menyelesaikan krisis dalam pengelolaan hutan alam Indonesia. Krisis tersebut muncul dari kegagalan Pemerintah Indonesia untuk menghormati hak masyarakat dalam pengelolaan hutan, korupsi yang endemik dan besarnya kapasitas industri kayu. Memasukkan hutan Indonesia ke dalam pasar karbon akan semakin mengacaukan situasi dan tidak akan meningkatkan perlindungan terhadap hutan alam Indonesia.

Hutan dan segala hal yang ada di bumi ini bukanlah milik suatu negara, bukan pula milik kita bersama. Semua yang ada di dunia ini sejatinya adalah milik Sang Pencipta yang dititipkan untuk dimanfaatkan kepada umat manusia.
=========
dipublish pertama kali di BURAM edisi eksklusif yang terbit tanggal 8 Desember 2007
buram dapat di download di http://d4j4l.uni.cc/buram

Sphere: Related Content


FireStats icon Powered by FireStats
close
silakan melihat isi tulisan ini dari berbagai paradigma. jangan membaca tulisan yang ada di sini hanya sepotong saja