Ketika tak ada listrik

March 9th, 2008

Tarian api di atas lilin menjadi hiburan di kala malam
Menemani kicauan ibu-ibu yang sedang melanjutkan rumpiannya
Suara canda anak-anak kecil yang berlarian di jalan menambah riang suasana
Suara obrolan bapak-bapak mengenai pekerjaannya menjadi melodi yang meriah
Suara para pedagang menambah simfoni alam yang kian merdu
Sepenggal episode malam terekam oleh ku

Terbayang oleh ku sebuah adegan nan indah
Gerak lintasan obor yang memanjang di kala sore
Diiringi celotehan anak-anak yang hendak ke surau
Ditemani kicauan burung-burung yang pulang ke sarangnya
Suara jangkrik dan katak memenuhi komposer alam kala itu
Gemericik air sungai ditimpali dendang dedaunan menambah melodi menjadi indah
Kesunyian malam menjadi jeda yang menjadikan alunan musik itu kian dramatis

Lamunanku terbuyarkan seiring dengan gemerlap lampu
Rumpian pun terhenti seketika
Obrolan pun menjadi bisu
Teriakan-teriakan menjadi senyap
Tarian api pun terdiam seketika
Hanya para para pedagang yang tetap setia menjajakan dagangannya
Adegan pun berganti menjadi aktivitas individualis
Kini suara-suara keluar dari kotak televisi
Yang ditingkahi oleh speaker tape
Pertanda listrik telah mengalir di rumahku

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
Sphere: Related Content


Leave a Reply


:) :( :)) =)) :p :d :-? :-?? :-w ;;) :blushing: :dancing: ;)) :-o <:-P ~X( [-( X( ^:)^ [-O< :wishtling: more »

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

FireStats icon Powered by FireStats
close
silakan melihat isi tulisan ini dari berbagai paradigma. jangan membaca tulisan yang ada di sini hanya sepotong saja